Hybrid working makin diminati di dunia kerja

Dalam dua tahun terakhir, banyak perubahan besar terjadi di dunia kerja. Semakin banyak perusahaan yang menerapkan hybrid working untuk para pekerjanya. Satu hal yang tampaknya disukai di antara sebagian besar pekerja adalah fleksibilitas. Tulisan ini ingin menjelaskan kepada Anda apa itu sebenarnya pola kerja hibrid dan mengapa hal ini makin diminati. Bukan hanya oleh karyawan tapi juga oleh perusahaan global.

hybrid working makin diminati

Table of Contents

Apa itu Hybrid Working?

Hybrid working adalah suatu model atau pendekatan dalam dunia kerja yang menggabungkan elemen-elemen dari kerja di kantor dan kerja dari jarak jauh (remote). Dalam hal ini, karyawan memiliki fleksibilitas untuk bekerja dari kantor atau dari lokasi lain, seperti rumah atau tempat lain yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Menurut Gartner, Kerja hibrid menggambarkan model kerja di mana karyawan diharapkan untuk menghadiri kantor setidaknya satu hari per minggu sementara di hari lainnya diizinkan untuk bekerja dari lokasi selain kantor.

Sejarah Hybrid Working

Sejak tahun 1970-an dan 1980-an, ada perhatian yang meningkat terhadap konsep kerja fleksibel, yang melibatkan pengaturan waktu kerja yang lebih fleksibel dan kesempatan untuk bekerja dari tempat lain selain kantor. Beberapa perusahaan mulai mengadopsi jadwal fleksibel dan pilihan kerja jarak jauh sebagai cara untuk meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi karyawan.

Perkembangan teknologi komunikasi, terutama dengan adopsi internet dan perangkat lunak kolaborasi, membuka jalan bagi kerja jarak jauh dan komunikasi tim yang efisien tanpa harus berada di kantor fisik. Aplikasi email, video conference, dan alat kolaborasi online telah memungkinkan orang untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan baik, tanpa dibatasi oleh lokasi geografis.

Pada tahun 2000-an, munculnya coworking spaces memberikan alternatif bagi karyawan yang ingin bekerja dari luar kantor tanpa harus berada di rumah. Coworking spaces menyediakan lingkungan kerja bersama yang dapat digunakan oleh individu atau tim dari berbagai perusahaan, sehingga memungkinkan kolaborasi dan interaksi sosial.

Generasi milenial, yang merupakan angkatan kerja terbesar dalam beberapa dekade terakhir, menyumbang pengaruh besar terhadap permintaan akan fleksibilitas dalam kerja. Mereka menuntut lebih banyak fleksibilitas dalam jadwal kerja dan pengakuan akan pentingnya keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi.

Puncak sejarah hybrid working adalah pandemi COVID-19 yang dimulai pada 2019. Wabah ini memaksa banyak perusahaan di seluruh dunia untuk mengadopsi kerja jarak jauh sebagai tindakan darurat untuk melindungi kesehatan karyawan. Sebagai akibatnya, banyak organisasi memahami manfaat dari model kerja seperti ini dan mempertimbangkan untuk menerapkannya secara permanen setelah pandemi berakhir.

Mengapa hybrid working makin diminati?

Hybrid working makin diminati di dunia kerja karena menyediakan sejumlah manfaat yang signifikan bagi perusahaan, karyawan, dan bahkan lingkungan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa cara kerja ini semakin populer.

Fleksibilitas bagi Karyawan

Hybrid working memberikan fleksibilitas kepada karyawan untuk memilih di mana mereka bekerja, sehingga memungkinkan mereka mengatur jadwal kerja yang lebih seimbang antara kehidupan kerja dan pribadi. Ini memungkinkan karyawan untuk lebih mengintegrasikan pekerjaan dengan tanggung jawab pribadi, seperti mengurus keluarga atau menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga.

Peningkatan Produktivitas

Hybrid working dapat meningkatkan produktivitas karyawan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa karyawan cenderung lebih produktif ketika mereka diberikan fleksibilitas untuk bekerja dari tempat yang nyaman bagi mereka. Selain itu, kebebasan untuk memilih lingkungan kerja yang sesuai dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi.

Pengurangan Biaya Operasional

Dengan menerapkan hybrid working, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional yang terkait dengan ruang kantor, utilitas, dan fasilitas. Pengurangan ini dapat membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan, khususnya bagi perusahaan yang sebelumnya harus menyediakan kantor fisik yang besar.

Meningkatkan Kepuasan Karyawan

Memberikan fleksibilitas dalam bekerja dapat meningkatkan kepuasan karyawan dan memperkuat loyalitas terhadap perusahaan. Karyawan merasa dihargai dan diakui ketika diberikan kepercayaan untuk mengatur jadwal dan lokasi kerja mereka sendiri.

Akses ke Bakat Global

Dengan hybrid working, perusahaan dapat merekrut perkerja dari berbagai lokasi geografis. Model ini memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dari beragam bakat dan perspektif yang dapat meningkatkan inovasi dan kinerja perusahaan.

Dampak Lingkungan yang Lebih Rendah

Dengan mengurangi perjalanan dan mobilitas harian, model hybrid working dapat membantu mengurangi emisi karbon dan dampak lingkungan. Pengurangan penggunaan transportasi juga dapat mengurangi kemacetan lalu lintas dan memperbaiki kualitas udara di kota-kota besar.

Kesimpulan

Kombinasi dari manfaat ini membuat hybrid working semakin diminati di dunia kerja. Perusahaan dan karyawan semakin menyadari bahwa model kerja ini dapat meningkatkan produktivitas, keseimbangan hidup, dan kepuasan, sambil mengurangi biaya operasional dan dampak lingkungan.

V-cube Indonesia kini menerapkan konsep hybrid working untuk para karyawannya. Karyawan dibebaskan untuk memilih tempat kerja apakah di kantor atau di rumah sesuai dengan kebutuhan.

Tinggalkan Balasan